Pengertian Activity Diagram

Activity diagram, dalam bahasa Indonesia diagram aktivitas, yaitu diagram yang dapat memodelkan proses-proses yang terjadi pada sebuah sistem. Runtutan proses dari suatu sistem digambarkan secara vertikal. Activity diagram merupakan pengembangan dari Use Case yang memiliki alur aktivitas.

Alur atau aktivitas berupa bisa berupa runtutan menu-menu atau proses bisnis yang terdapat di dalam sistem tersebut. Dalam buku Rekayasa Perangkat Lunak karangan Rosa A.S mengatakan, “Diagram aktivitas tidak menjelaskan kelakuan aktor. Dapat diartikan bahwa dalam pembuatan activity diagram hanya dapat dipakai untuk menggambarkan alur kerja atau aktivitas sistem saja.”

 Activity diagram berfungsi juga untuk menganalisis diagram use case dengan cara mendeskripsikan aktor, tindakan yang perlu dilakukan, dan kapan harus terjadi. 

Tujuan Activity Diagram

Berikut beberapa tujuan dari activity diagram:

  1. Menjelaskan urutan aktivitas dalam suatu proses.
  2. Di dalam dunia bisnis biasanya digunakan untuk modeling (memperlihatkan urutan proses bisnis).
  3. Mudah dalam memahami proses yang ada dalam sistem secara keseluruhan.
  4. Merupakan metode perancangan yang terstruktur, mirip dengan Flowchart maupun Data Flow Diagram (DFD).
  5. Mengetahui aktivitas aktor/pengguna berdasarkan use case/diagram yang dibuat sebelumnya.

Komponen Activity Diagram

Untuk dapat membuat activity diagram diperlukan beberapa langkah-langkah yang bisa kamu coba atau implementasikan. Berikut beberapa hal yang disiapkan untuk membuat activity diagram :

  1. Mulailah dengan node awal untuk start state atau titik awal.
  2. Tambahkan partisi jika itu memang relevan untuk analisis yang akan dibuat.
  3. Buatlah suatu aksi untuk setiap langkah utama dari use case.
  4. Tambahkan alur (flow) dari setiap aksi ke aksi lainnya. Keputusan berada di node akhir. Setiap aksi hanya mendapat satu alur masuk dan satu alur keluar yang nantinya menuju ke forks, joins, decisions, dan merges.
  5. Tambahkan juga percabangan atau decision bila alur dipecah menjadi suatu kondisi pilihan. Jangan lupa untuk menggabungkannya kembali dengan merge.
  6. Menambahkan forks dan joins jika aktivitas dilakukan secara paralel.
  7. Langkah yang terakhir yaitu akhiri proses dengan notasi akhir atau end state.
X
× Ada Yang Bisa Kami Bantu?