Melakukan panggilan video atau yang biasa dikenal dengan video call tentu sudah tidak asing lagi saat teknologi semakin canggih dan hampir siapa pun yang memiliki ponsel dapat menikmatinya. Sebelum maraknya video call melalui ponsel, ternyata tertumpuk cerita bagaimana ide dan awal mula video call itu muncul.

Sejarah.

Pada tahun 1936 Dr. George Schubert yang merupakan seorang insinyur yang bekerja di kantor pos Jerman mengembangkan layanan telepon video umum yang disebut dengan Gegensehn-Fernsprechanlage (visual telephone system). Sistem yang ia buat merupakan sistem yang digunakan untuk menghubungkan dua kota, yaitu Berlin dan Leipzig.

Selanjutnya pada tahun 1964, The Picturephone I yang merupakan sistem Picturephone dari Bell diluncurkan di Pameran Dunia di New York. Seperti pada prototipe yang telah dibuat sebelumnya, Picturephone membutuhkan kabel khusus. Oleh karena itu, Picturephone tidak kompatibel dengan jaringan telepon secara umum. AT&T berusaha untuk memberikan yang terbaik pada telepon yang futuristik, hal tersebut dibuktikan dengan adanya panggilan yang dilakukan antara Lady Bird Johnson yang ada di Washington DC, dan Bell Labs di New York. Model tersebut kemudian memasuki pasar komersil terbatas di Washington, New York, dan Chicago pada tahun itu juga. Akan tetapi gagal untuk meluncur.

Jajak pendapat untuk pengembangan Picturephone II pun dilakukan setelah peluncuran Picturephone I. Hasilnya, konsumen tidak senang dengan apa yang ditawarkan oleh AT&T dengan beberapa alasan. Terlalu mahal, kontrol yang cukup sulit untuk dioperasikan, layer yang terlalu kecil, dan orang-orang yang tidak suka jika dilihat melalui telepon. Ketidakpuasan AT&T membuatnya untuk membuat Picturephone II pada tahun 1970 dan akhirnya memasuki pasar komersil di Pittsburg, akan tetapi itu tidak berlangsung lama.

Singkat cerita, pada tahun 1996 Panasonic membuat protoripe ponsel video. Menurut Popular Mechanics, ini merupakan “videophone nirkabel pertama di dunia”. Dapat mengirim video [ada 3-7 frame per detik melebihi PHS Jepang ternyata memiliki berat lebih dari satu pound. Selanjutnya pada tahu 1999, terdapat satu telepon seluler komersil yang menawarkan panggilan video, yaitu Kyorcera VP-210. Ketika era jaringan 3G muncul, makan Sony Ericsson Z1010 dan NEC e606 muncul pada tahun 2003. Kedua ponsel tersebut telah menawarkan panggilan video yang berwarna. Meskipun memiliki fitur panggilan video berwarna, para konsumen masih belum menganggap fitur tersebut sebagai sesuatu yang penting.

Pada tahun 2010 hingga kini keberadaan ponsel dengan fasilitas video call terus berkembang. Iphone 4 misalnya, awal ponsel dengan konsep video call dengan layar sentuh menjadi suatu hal yang cukup menjadi kebaruan dari adanya videophone. Konsep Face Time yang diusung oleh Apple pada produknya ini dijadikan seolah menjadi standar terbuka untuk mempromosikan interoperabilitas-sesuatu yang sangat dibutuhkan untuk menghadirkan video untuk tren pada penggunaan ponsel. Perkembangan dan kebutuhan untuk melakukan video call menjadikan progres yang pesat dalam pengembangan ponsel-ponsel yang hampir pasti memiliki fasilitas tersebut. Fasilitas video call yang ditawarkan pun hingga saat ini menjadi semakin beragam. Banyaknya pilihan tentu memiliki pasar masing-masing, sehingga pada saat ini kita tidak perlu lagi bingung jika ingin melakukan komunikasi video secara real time menggunakan ponsel pintar yang kita miliki.

X
× Ada Yang Bisa Kami Bantu?