19 Maret 2016, Lee Sedol Pemain GO terbaik dunia dikalahkan oleh Google DeepMind’s artificial-intelligence program, atau lebih dikenal dengan ALPHAGO / introduce you to artificial-intelligence, the next human /

Lahir 2 Maret 1983 di Sinan, Korea Selatan. Lee sedol Merupakan seorang pemain GO profesional yang saat ini berusia 37 tahun, Go sedndiri merupakan permainan strategi abstrak di atas papan yang dilakukan dengan tujuan mengepung teritori lebih banyak dibandingkan lawan. saat usianya 4 tahun lee sedol sudah mulai belajar bermain Go di KIBA School Korea, Hingga diusianya yang 12 Lee Sedol tercatat sebagai pemain Go profesional termuda di korea Selatan urutan ketiga. Saat berusia 18 tahun Lee sedol Mendapat peringkat kedua Di Peringkat Go internasional. Lee Sedol dikenal sebagai pemain Go yang tak terkalahakan.

Lalu bagaimana sebuah komputer yang hanya dilatih selama 3 minggu dapat mengalahkan Lee Sedol, Jawabannya adalah artificial-intelligence atau Kecerdasan Buatan. Dasarnya artificial-intelligence adalah bagian dari ilmu komputer yang berfokus pada pembentukan mesin dengan kemampuan kecerdasan yang dapat berintraksi dan bekerja layaknya manusia. Bayangkan kamu sedang berjalan pulang menuju rumahmu, disana kamu melihat ada beberapa orang yang sedang berkumpul di lapangan dilihat dari tinggi dan seregam sekolah yang mereka gunakan tampaknya usia mereka sama denganmu, kamu yang sedang berjalan kemudian dipanggil saat itulah kamu mulai mengenal teman” baru di lingkunganmu dengan berintraksi dan mengingat rupa mereka kamu mulai mengenali nama dan banyak hal tetang teman baru mu. Nah sama hal nya dengan kamu, AI atau kecerdasan buatan juga belajar dengan cara yang sama yakni mengovservasi dan berintraksi, serta mempelajari contoh-contoh yang ada, dimana kecerdasan buatan ini mampu menguasai dan malakukan sesuatu dengan atau tanpa adanya perintah dari manusia.

metode ini juga sering disebut sebagai Deep learning. Deep Learning adalah metode Belajar yang dilakukan oleh mesin dengan cara meniru bagaimana sistem dasar otak manusia bekerja. Kita sendiri, Manusia Belajar dari pengalaman, malalui pengalaman manusia dapat berkembang ke versi yang lebih baik dari sebelumnya. Sejak kecil manusia juga di berikan berbagai contoh tentang berbagai ilmu pengetahuan yang ada dilingkungan kita. Melalui ovservasi serta intraksi langsung dengan sesama manusia, menjadikan seseorang berprilaku sama dengan manusia lainnya.

Hal ini juga diterapkan pada Alpha Go. Dimana alpha go diberi 100.000 pertandingan GO yang kemudian hanya dalam 3 minggu alpha Go mampu Mempelajari semua pertandingan Go dan mulai bertanding melawan dirinya sendiri dimana setiap kali mengalami kekalahan Alpha Go terus mengupdate cara bermainya, cara ini akan terus di ulang hingga jutaan kali sampai alpha go dapat mengalahkan dirinya sendiri. ini sangat mirip dengan manusia bedanya Alpha Go hanya butuh waktu 3 minggu sedangkan manusia mungkin akan butuh waktu yang lebih lama. Pada akhirnya Alpha Go dengan mudah dapat mengalahkan THE UNBEATABLE WORLD CHAMPION LEE SEDOL dengan skor 4 – 1. Dan tak sampai disitu Alpha Go Zero yang merupakan versi dari Alpha Go, tidak diberi 100.000 pertandingan sebagai referensi melainkan Alpha Go Zero diharuskan mempelajari sendiri cara agar dapat memenangkan permainan, dimana hanya dalam 3 hari Alpha Go Zero mampu mengalahkan Alpha Go dengan Skor 100 – 0, dan dalam 40 hari Alpha Go Zero mampu menguasai seluruh kemungkinan” yang ada dalam permainan Go yang di perkirakan sebanyak : 208,168,199,381,979,984,699,478,633,344,862,770,286,522,453,884, 530,548,425,639,456,820,927,419,612,738,015,378,525,648,451,698, 519,643,907,259,916,015,628,128,546,089,888,314,427,129,715,319, 317,557,736,620,397,247,064,840,935, yang bagi manusia tentunya hal ini membutuhkan waktu ratusana bahkan hingga ribuan tahun

Dengan kemampuan Deep Learn bukan hal yang mengejutkan jika dalam 50 tahun yang akan datang Artificial Super Intelligence mungkin akan tercipta yang akhirnya akan menembus batas pengetahuan manusia. Artificial Super Intelligence adalah kecerdasan buatan yang kecerdasan kognitifnya dapat menyamai bahkan melebihi kecerdasan yang dimiliki oleh manusia. kecerdasan ini punya pengetahuan yang melebihi manusia dan tak ada yang tau pasti bagaimana kecerdasan ini bekerja. Dengan diciptakannya Artificial Super Intelligence, maka akan terjadi sebuah peristiwa yang dinamakan dengan Technological Singularity, yaitu kondisi dimana Artificial Intelligence sangat cerdas dan jauh melampaui kecerdasan manusia. Ini akan menyebabkan terjadinya ledakan informasi dan pengetahuan yang baru dan mungkin sebagian besarnya tidak akan dimengerti oleh kecerdasan manusia.

Lalu apakah AI adalah ancaman bagi umat manusia?

Pertanyaan ini memang sering muncul, bahkan beberapa tokoh tokoh penting seperti Elon Mask yang merupakan pendiri Tesla sering mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kecerdasan buatan. Pada tahun 2014, Musk mengatakan bahwa AI adalah ancaman eksistensial terbesar bagi umat manusia generasi mendatang. “Jika AI sudah memiliki tujuan dan ternyata umat manusia menjadi penghalang, ia akan menghancurkan Anda. Tanpa pikir panjang,” lanjut pencipta Tesla itu.

Penyataan Elon Musk memang menjadi peringatan yang nyata bagi manusia, nyatanya Lee sedol bukan satu” manusia yang pernah dikalahkan oleh AI, seorang pemain catur yang belum pernah mengalami kekalahan sebelumnya Garry Kasparov pada tahun 1963 dikalahkan oleh AI buatan Google yakni DEEP BLUE. Sebernarnya AI bukan lagi hal yang asing bagi kita, banyak contoh AI yang sering kita gunakan. Seperti Google Assistant, Siri, Atau fitur rekomendasi produk yang sering kita temui di aplikasi E-commerce. Pekerjaan-pekerjaan yang dulunya dilakukan oleh manusia, juga mulai digantikan oleh AI, seperti kasir tokoh, supir, bahkan pekerjaan kantoran akan sangat mungkin digantikan oleh AI. Karna itulah mulai dari saat ini kita harus memberi perhatian lebih bagi perkembangan AI di dunia. Meskipun begitu kita tidak bisa menentukan apakah AI merupakan ancaman atau bukan bagi manusia. Seperti yang pernah dikatakan Garry kasparov “Kita tidak dapat menentukan kapan dan dimana perkembangan teknologi akan berhenti, kita tidak dapat memperlambatnya, justru kita harus mempercepat”.

mungkin manusia tidak akan dapat berkompetisi dengan AI, tapi manusia dapat bekerja sama dengan AI. “Mesin bisa berhitung, kita manusia punya pemahaman. Mesin punya intruksi, kita punya tujuan. Mesin punya objektivitas, kita punya gairah”. Dengan AI manusia akan dapat melakukan banyak pekerjaan yang mungkin dulunya mustahil untuk dilakukan. Akan banyak ilmu pengetahuan baru yang mungkin bagi manusia butuh ratusan bahkan ribuan tahun untuk mencapainya, tapi bersama AI mungkin akan jauh lebih mudah. Manusia hanya dalam beberapa hari dapat menciptakan sesuatu seperti Alpha Go Zero yang dapat mengalahkan Penciptanya sendiri, bayangkan jika hal ini diterapkan pada hal-hal yang mungkin saat ini masih menjadi masalah atau pertanyaan bagi umat manusia. Tentunya hal ini akan sangat membantu. Perkembangan AI bukanlah sesuatu yang harus di khawatikan, yang menjadi masalah adalah Apa dan bagaimana langkah kita dalam pengembangan AI, yang seharusnya menjadi ketakutan kita adalah ketidak mampuan mesin-mesin yang ada saat ini.

kita sangat membutuhkan batuan dari AI, untuk mewujudkan hal-hal yang selama ini hanya menjadi mimpi bagi umat manusia. dan jika kita gagal, itu bukan karna AI terlalu cerdas atau tidak cukup cerdas,tapi karna kita menumbuhkan kepuasan akan apa yang kita miliki saat ini,kita membatasi ambisi kita, kemanusiaan kita tidak ditentukan oleh keterampilan apa pun, seperti bermain catur. Tapi kemanusiaan kita bisa diukur dari satu hal yang hanya bisa dilakukan oleh manusia yaitu, bermimpi, jadi mari kita bermimpi besar. Don’t fear intelligent machines. Work with them | Garry Kasparov 2017.

X